Marderrr Parkerrr Seempunk Blasting Dangerous Fest 2011

KERINGAT ANAK-ANAK IMBROGLIO SYNDICATE TIDAK MENETES PERCUMA. KERJA KERAS TELAH MENGANTARKAN SEEMPUNK BLASTING FEST 2011 BERJALAN NYARIS TANPA CACAT.

BETUL kata Arian 13, bahwa setiap gigs — baik kecil maupun besar — pasti memiliki cerita sendiri-sendiri. Demikian pula Seempunk Blasting Dangerous Fest 2011 yang dihelat di Yon Armed IV, Cimahi, Ahad (3/7). Meski jumlah penonton tak segila Hellprint Anniversary, gigs ini tetap menghadirkan impresi khusus buat mereka yang datang.

Satu hal yang paling penting jadi catatan, panitia cukup apik mengatur durasi. Jumlah penampil yang terhitung banyak — mencapai 31 band — tidak membuat durasi gigs ini harus molor parah, sehingga band yang tampil tak perlu memangkas jatah lagu mereka. Bleeding Terror, X-Tab, Saffar, Undergod, dan Killharmonic, masih leluasa menghajar penonton sampai energi mereka tandas.

Sesuai namanya, Seempunk Blasting Dangerous Fest 2011 didominasi band-band bersetelan kencang sejak menit pertama. Karena itu, penonton benar-benar dituntut mengatur energi secermat mungkin jika tidak ingin kepayahan di pengujung acara.

Penempatan Bleeding Terror, X-Tab, Saffar, Undergod, dan Killharmonic di deretan akhir membuat Seempunk Blasting Fest 2011 jadi gigs yang cukup impresif. Performa Bleeding Terror dan X-Tab seakan jadi tengara gigs bakal segera mencapai klimaks. Kesan itu makin menebal ketika Saffar tampil tepat sebelum Undergod naik pentas.

Vokalis Saffar bahkan secara khusus mengingatkan agar penonton menyimpan energi, sebab setelah mereka masih ada Undergod dan Killharmonic. Saffar membuka aksi dengan dua lagu baru mereka, Slavery dan Haykal Abu Jahal. Dua lagu ini termasuk yang tengah dipersiapkan jadi materi untuk album perdana mereka yang rencananya dirilis tahun ini. Saffar menutup performa mereka dengan lagu sarat makna, Novus Ordo Seclorum.

Dan… salah satu penampil yang paling ditunggu pun akhirnya muncul di panggung. Setelah menyapa penonton dengan ucapan khas, Undergod langsung mengubah udara Yon Armed yang malam itu diselimuti udara sejuk menjurus dingin menjadi lebih hareudang dengan lagu yang sekaligus jadi titel album munggaran mereka, Saguru Saelmu Tong Ngaganggu.

Kinoy Bacok saparakanca sama sekali tak membiarkan keringat penonton berhenti menetes. Mereka lantas menerjang adrenalin penonton dengan Raheut jeung Raheut dan Kudak Kadek. Setelah menyodorkan lagu lawas Si Madu Kampak, Undergod menutup aksi mereka dengan lagu menggelitik Lem Beurit.

Sayangnya, performa Undergod telah mengantarkan penonton pada klimaks sehingga sebagian dari mereka langsung pulang begitu Killhamonic muncul di panggung. Padahal aksi band asal Kediri itu tak kalah mengerikan dibanding Undergod. Mereka sekali lagi membuktikan diri jika label Technical/Progressive Death Metal sama sekali tidak keliru.

Rotus Opus yang mereka sodorkan sebagai menu pembuka sempat direspons datar oleh penonton. Baru pada lagu kedua, Supressed Denied Controlled, penonton seolah tersadar bahwa musik yang diperagakan Killharmonic terlalu sayang untuk direspons dengan huleng jentul. Bahkan kemudian ada seorang penonton yang nyeletuk, “Pokona mah nu balik bodo!”. Artinya, keputusan menempatkan Killharmonic di pengujung acara bukan semata-mata atas alasan untuk menghormati tamu.

Problem teknis di kabel gitar Innu sempat mengganggu konfigurasi nomor andalan mereka, Bloodshed Murder. Tapi, setelah gangguan itu teratasi, Killharmonic kembali tampil menggila. Mereka menutup aksi sekaligus memungkas gelaran Seempunk Blasting Fest 2011 dengan nomor Self Destruction.

Killharmonic menunjukkan keprofesionalan mereka. Padahal siang hari sebelum manggung di Seempunk Blasting Fest 2011, drumer mereka sempat diterpa kabar duka. Sesaat setelah sesi sound check, ayahanda B-Lee meninggal dunia. “Pantas saja saat sound check, B-Lee sempat nggak karuan. Mungkin dia sudah punya firasat. Tapi, meski sedang berduka, kami tak boleh mangkir dari komitmen dan tetap memutuskan main. Terima kasih untuk kawan-kawan di Bandung,” tutur Matto, sang vokalis.

Yups, terima kasih harus kita ucapkan juga buat anak-anak Imbroglio Syndicate atas keringat yang menetes di tubuh mereka sejak persiapan sampai pertunjukan usai. Hari itu kalian telah membagi kegembiraan dengan teman dan handai taulan. Dan semoga hal itu dicatat Yang Maha Kuasa sebagai sebuah kebaikan! Siyah on next fucking gigs!(sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s